Tak ada yang istimewa disini
Hanya mentari yang selalu terik
Memanggang jalanan aspal maupun gedung-gedung
Dan sedikit keresahan
Timbul dari jiwa-jiwa
yang gersang
Mungkin….
Hanya sedikit kisah disini
Sepenggal cerita
dari hati-hati yang tandus
layu dan penat
Masih disini….
Di tempat ini sedikit keangkuhan tercipta
Timbul dari batas yang tak pernah disadari
Dari tempat ini muncul sang kejora
Bersinar terang redup lalu padam
Mentari masih saja terik
Memaksa bulir-bulir keringat
Berjatuhan di jalanan aspal
Dan mereka masih saja berharap
Dengan secuil asa yang tersisa.
08 Mei 2009
Asrul Rahmawati
(Bilik sempit putri Nilam No.10)
Contains about all kinds of events that happened to me The sweet, sad, happy, smothering, suffering ... all about me.
Minggu, Juni 28, 2009
Sepanjang jalan bersama angkot tua
Deru angkot tua terengah-engah di tengah asap kendaraan
Cacian makian bertabur dalam ruang-ruang sempit
Jok-jok kumal berdebu
Saling sikut dibawah ganasnya surya bulan mei
Anak kecil menangis dalam dekapan ibunya yang mengomel panjang pendek
Supir yang sama kumalnya dengan jok angkot menengking kernetnya
Yang sama berisiknya mencoba mengalahkan gemuruh mobil-mobil lux
Saling dorong dengan kernet lain dan perang mulut tak terelakkan
Nenek tua dekat jendela reyot mulai terbatuk-batuk
Menyebarkan semua virus-virus TBC yang ia punya
Anak kecil menangis semakin keras
ibunya makin meradang dalam hiruk pikuk
Akhirnya kernet berhasil menggandeng seorang ibu gendut
Supir tersenyum girang dikeraskannya musik tentang lagu-lagu percintaan
Dan amboi….
Barang-barang ibu itu menebarkan bau yang sangat menyesakkan nafas
Oh pening mual….
Perut, jangan beraksi disini! Nanti saja tiba ditempat tujuan
Atau setidaknya setelah bertemu toilet terdekat
Ampun jangaaan….
Sopir masih saja tersenyum lebar bahkan girang
Di sepanjang jalan tak henti menambah muatan
Sementara musik makin berdentum tak ubah diskotik berjalan
Akhirnya berhasil juga usaha ini
Sampai tujuan dengan selamat!!!
Bergegas meloncat turun dan tarik nafas panjang
Legaaaa
Asrul Rahmawati
27 Mei 2009
(Sebel gara-gara dia gw telat….)
Cacian makian bertabur dalam ruang-ruang sempit
Jok-jok kumal berdebu
Saling sikut dibawah ganasnya surya bulan mei
Anak kecil menangis dalam dekapan ibunya yang mengomel panjang pendek
Supir yang sama kumalnya dengan jok angkot menengking kernetnya
Yang sama berisiknya mencoba mengalahkan gemuruh mobil-mobil lux
Saling dorong dengan kernet lain dan perang mulut tak terelakkan
Nenek tua dekat jendela reyot mulai terbatuk-batuk
Menyebarkan semua virus-virus TBC yang ia punya
Anak kecil menangis semakin keras
ibunya makin meradang dalam hiruk pikuk
Akhirnya kernet berhasil menggandeng seorang ibu gendut
Supir tersenyum girang dikeraskannya musik tentang lagu-lagu percintaan
Dan amboi….
Barang-barang ibu itu menebarkan bau yang sangat menyesakkan nafas
Oh pening mual….
Perut, jangan beraksi disini! Nanti saja tiba ditempat tujuan
Atau setidaknya setelah bertemu toilet terdekat
Ampun jangaaan….
Sopir masih saja tersenyum lebar bahkan girang
Di sepanjang jalan tak henti menambah muatan
Sementara musik makin berdentum tak ubah diskotik berjalan
Akhirnya berhasil juga usaha ini
Sampai tujuan dengan selamat!!!
Bergegas meloncat turun dan tarik nafas panjang
Legaaaa
Asrul Rahmawati
27 Mei 2009
(Sebel gara-gara dia gw telat….)
Sampai Nanti
Mentari tersenyum sambut pagi
Sampai mentari pulang ke peraduan
Tetap disini!
Berdiri dengan bara semangat yang tak pernah mati
Entah bila kan beranjak pergi
Tak bergeming oleh belaian bayu
Pun oleh topan beliung
Masih disini!
Menunggu dengan harap yang tersisa
Sesuatu….
Yang ia yakin akan datang
Tidak sekarang!
Tapi nanti….
Ia akan selalu menunggu
Sampai nanti!
19 Mei 2009
(Asrul Rahmawati)
Sampai mentari pulang ke peraduan
Tetap disini!
Berdiri dengan bara semangat yang tak pernah mati
Entah bila kan beranjak pergi
Tak bergeming oleh belaian bayu
Pun oleh topan beliung
Masih disini!
Menunggu dengan harap yang tersisa
Sesuatu….
Yang ia yakin akan datang
Tidak sekarang!
Tapi nanti….
Ia akan selalu menunggu
Sampai nanti!
19 Mei 2009
(Asrul Rahmawati)
Ia Lahir bukan Untuk Menangis
Tidak sesulit kemarin
Namun tak semudah dengan ucapan
Pendar-pendar kecewa membias dalam terik mentari yang jalang
Hari ini….
Sebuah tekad tertancap dalam dada seorang anak negri
Ia harus menang!
Meskipun dengan darah penghabisan
Meskipun ia harus sekarat meregang nyawa
Jauh benci dendam cengeng
Karena hidup bukan untuk di tangisi
Tapi untuk di jalani
Dan dari setiap tapak langkah perjalanan itu
Harus ada sebuah cahaya yang nyata
Hari ini….
Perubahan terbesar dalam hidupnya
Berawal dari segurat kecewa
Ia tidak di lahirkan sebagai pecundang
Ia tidak di lahirkan untuk menangis
Juga bukan untuk tertawa
Ia di lahirkan untuk berjuang….
Ia akan hidup untuk berjuang
Ia akan mati dengan gemilang.
13 Mei 2009
Asrul Rahmawati
(Hari ini sebuah keputusan besar telah ku ambil.Aku tidak akan cengeng,tidak akan menggantungkan hidup pada org lain.Aku akan hidup dengan kekuatanku sendiri)
Namun tak semudah dengan ucapan
Pendar-pendar kecewa membias dalam terik mentari yang jalang
Hari ini….
Sebuah tekad tertancap dalam dada seorang anak negri
Ia harus menang!
Meskipun dengan darah penghabisan
Meskipun ia harus sekarat meregang nyawa
Jauh benci dendam cengeng
Karena hidup bukan untuk di tangisi
Tapi untuk di jalani
Dan dari setiap tapak langkah perjalanan itu
Harus ada sebuah cahaya yang nyata
Hari ini….
Perubahan terbesar dalam hidupnya
Berawal dari segurat kecewa
Ia tidak di lahirkan sebagai pecundang
Ia tidak di lahirkan untuk menangis
Juga bukan untuk tertawa
Ia di lahirkan untuk berjuang….
Ia akan hidup untuk berjuang
Ia akan mati dengan gemilang.
13 Mei 2009
Asrul Rahmawati
(Hari ini sebuah keputusan besar telah ku ambil.Aku tidak akan cengeng,tidak akan menggantungkan hidup pada org lain.Aku akan hidup dengan kekuatanku sendiri)
Langganan:
Postingan (Atom)