Minggu, Juli 26, 2009

andai kau tahu

entah mengapa ada sedikit nyeri dalam dada saat ku tahu dirimu tak pernah mau tahu tentang aku,tak pernah diriku berharap banyak darimu,aku hanya ingin menjadi orang istimewa bagimu setidaknya sebagai seorang teman yang selalu tahu kau ada dimana?apakah kau baik-baik saja dan tentunya ada yang menanyakan apakah aku sudah makan malam atau belum.tapi kau tak peduli dengan itu semua.sama dengan tak pedulinya kau dengan semua pesan-pesan yang ku kirim lewat facebook untuk mu.dan yang paling menyakitkan adalah saat kau bercanda bersama mereka....,bersama dia yang ku tahu lebih segalanya dariku,aku memang itik kecil buruk rupa yang berkubang lumpur ketiadaan,tak pantas bagi orang sepertimu,aku hanya pantas dikasihani,tapi aku tak mau itu!!!sungguh aku benci tak dianggap tapi aku tak bisa membencimu,

kau beda dengan orang-orang yang dekat dan ku kenal lainnya,mungkin karena kau menggeluti sebuah profesi yang sangat aku inginkan sejak aku kecil,sehingga itu semua membuat aku kagum padamu,kau masih muda,lumayan keren,aku yang berjiwa petualang ini sanggup mampir di dermaga hatimu...aku yang tak pernah menanggapi laki-laki secara serius,mampu mengalah dengan ego karena kau,sampai-sampai imajinasi tentang perjalanan hidup masa depan ku yang akan kujalani bersamamu mengalir dalam otakku yang selalu punya jiwa pengkhayal kelas berat,dan kau tahu??kebiasan hidup dalam angan itu telah kutinggalkan hampir 1 tahun,kini kebiasaan itu bangkit kembali karena kehadiranmu.tega sekali kau membiarkan aku hanyut dalam angan yang ku tahu tak kan pernah jadi nyata,please sadarkan aku....aku tak mau terluka lagi,tak mau hidup tak pasti lagi,aku bosan terpuruk seperti dulu,tak ingin.tolong....aku harus menapaki sebuah hidup baru yang baru kumulai dan aku tak ingin itu semua gagal hanya karena kau,aku tak ingin mati untuk yang kedua kalinya...biarkan aku hidup dengan warna baru...aku lelah dengan selimut hitam yang selalu menemani hari-hariku...aku ingin hidupku menjadi lebih baik,dan aku tak ingin pengorbananku selama ini sia-sia,benar-benar tak ingin hanya karena kau!!

(toex :someone 43&)

Minggu, Juni 28, 2009

Sedikit Asa

Tak ada yang istimewa disini
Hanya mentari yang selalu terik
Memanggang jalanan aspal maupun gedung-gedung
Dan sedikit keresahan
Timbul dari jiwa-jiwa
yang gersang
Mungkin….
Hanya sedikit kisah disini
Sepenggal cerita
dari hati-hati yang tandus
layu dan penat
Masih disini….
Di tempat ini sedikit keangkuhan tercipta
Timbul dari batas yang tak pernah disadari
Dari tempat ini muncul sang kejora
Bersinar terang redup lalu padam
Mentari masih saja terik
Memaksa bulir-bulir keringat
Berjatuhan di jalanan aspal 
Dan mereka masih saja berharap
Dengan secuil asa yang tersisa.



08 Mei 2009
Asrul Rahmawati


(Bilik sempit putri Nilam No.10)

Sepanjang jalan bersama angkot tua

Deru angkot tua terengah-engah di tengah asap kendaraan
Cacian makian bertabur dalam ruang-ruang sempit
Jok-jok kumal berdebu
Saling sikut dibawah ganasnya surya bulan mei
Anak kecil menangis dalam dekapan ibunya yang mengomel panjang pendek
Supir yang sama kumalnya dengan jok angkot menengking kernetnya
Yang sama berisiknya mencoba mengalahkan gemuruh mobil-mobil lux
Saling dorong dengan kernet lain dan perang mulut tak terelakkan
Nenek tua dekat jendela reyot mulai terbatuk-batuk
Menyebarkan semua virus-virus TBC yang ia punya
Anak kecil menangis semakin keras 
ibunya makin meradang dalam hiruk pikuk 
Akhirnya kernet berhasil menggandeng seorang ibu gendut
Supir tersenyum girang dikeraskannya musik tentang lagu-lagu percintaan
Dan amboi….
Barang-barang ibu itu menebarkan bau yang sangat menyesakkan nafas
Oh pening mual….
Perut, jangan beraksi disini! Nanti saja tiba ditempat tujuan
Atau setidaknya setelah bertemu toilet terdekat
Ampun jangaaan….
Sopir masih saja tersenyum lebar bahkan girang
Di sepanjang jalan tak henti menambah muatan
Sementara musik makin berdentum tak ubah diskotik berjalan
Akhirnya berhasil juga usaha ini
Sampai tujuan dengan selamat!!!
Bergegas meloncat turun dan tarik nafas panjang
Legaaaa
Asrul Rahmawati
27 Mei 2009
(Sebel gara-gara dia gw telat….)

Sampai Nanti

Mentari tersenyum sambut pagi
Sampai mentari pulang ke peraduan
Tetap disini!
Berdiri dengan bara semangat yang tak pernah mati
Entah bila kan beranjak pergi
Tak bergeming oleh belaian bayu
Pun oleh topan beliung
Masih disini!
Menunggu dengan harap yang tersisa
Sesuatu….
Yang ia yakin akan datang
Tidak sekarang!
Tapi nanti….
Ia akan selalu menunggu
Sampai nanti!



19 Mei 2009
(Asrul Rahmawati)
Rasau Hijau