Desember, geleng-geleng kepala ketika melihat kalender. Spechless banget rasanya, 2011 hampir berakhir sementara resolusi saya tahun ini acakadut banget, hanya sepersekian persen yang tercapai.(*maaf sepertinya ini jadi session curhatan saya deh). Bener, saya kecewa, saya punya banyak mimpi tapi kok minim sekali berusaha. Misalnya saya pengen nabung buat ke pulau Jawa, tapi karena saya pada akhirnya tahu, tahun ini saya belum dapat cuti dari kantor tempat kerja, saya jadi boros. Saya jadi EGP dan suliiiiit banget buat nabung.
Resolusi lainnya, saya mau serius ngelancarin english speak tapi juga manaaa? mana pembuktiannya, udah bela-belain daftar kursus di L*A hanya gara2 permasalahan sepele saya jadi gak lanjutin. Eh sebenarnya bukan sepele sih, lha wong siswanya yang seangkatan saya itu cuma segelintir gitu, enam orang kalo gak salah, dan kayaknya mereka pada ngambil jadwal malam gitu, nah saya? saya kan ga bisa kalo kursusnya malam, secara malam kan saya harus peras keringat buat kerja(*ngawur deh ya, dikantor saya itu pake ac kok :D)
Trus resolusi saya yang lain untuk kontinu menulis dan bisa diterbitkan di beberapa media juga gak saya realisasikan, malah rasa malas semakin menjadi-jadi, huhuhhu sumpah,saya sebenarnya malu lho kyak gini.Jadi orang yang tidak produktif sekali.
Dan di penghujung tahun yang tinggal hitungan jari ini(*jari tangan ditambah jari kaki)berharap banget punya semangat to be creative dan menciptakan hal-hal yang bermanfaat gitu. Eh salah satunya mungkin dengan menuntaskan semua tugas-tugas kuliah ini ya, mulai dari Proposal penelitian, Revisi Shoot film pendek, ngedit hasil shoot itu, trus ngerjain film dokumenter(yang sinopsisnya aja bahkan belum saya tulis).
Contains about all kinds of events that happened to me The sweet, sad, happy, smothering, suffering ... all about me.
Tampilkan postingan dengan label Semangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semangat. Tampilkan semua postingan
Senin, Desember 12, 2011
Jumat, Januari 07, 2011
Lari marathon awal tahun
kenapa saya buat judul seperti itu?
Apakah hal tersebut yang saya lakukan di awal tahun ini, lari marathon keliling gedung gubernur Riau? ah nggak donk,kamu pasti bercanda #cekikikan. Setelah saya intropeksi diri dan merenung saya merasa tahun 2010 lalu masih banyak hal yang belum saya selesaikan, impian-impian yang tertunda membuat saya tidak begitu berani bermimpi,#buruk sekali kan! Sejenak saya apatis.
Tiba-tiba saya teringat ucapan sahabat masa kecil saya,dia adalah pribadi yang penuh dengan mimpi, inspirasi baru maupun hal-hal konyol,dia pernah bilang:"jangan takut untuk selalu bermimpi kemudian mencoba dan mencoba dan mencoba lagi, jikapun engkau gagal setidaknya engkau pernah mencoba, sebenanrya perjuaganmu untuk merealisasikan mimpi itulah keberhasilanmu. Karena engkau dapat belajar dari kegagalan tersebut bahkan engkau dapat menciptakan formula baru dan kemudian dapat engkau uji cobakan lagi, begitulah seterusnya dan seterusnya,".Bayangkan waktu itu kami masih kelas 6 SD dan dia telah begitu mengerti ttg semangat hidup.#jujur saya salut padanya.
#Jgerrr saya jadi teringat dialektika Hegel yang saya pelajari di fakultas saya, komunikasi. Yaitu mengenai Thesis, anti Thesis kemudian Sintesis,kemudian sintesis itu sendiri bisa menjadi tesis,anti tesis dan menghasilkan sintetis begitulah seterusnya berulang-ulang.
Begitulah,saya merasa bersyukur segera tersadar di awal tahun 2011 ini, untuk selalu optimis dan terus bermimpi kemudian mencoba merealisasikan mimpi tersebut. Saya merasa sudah sangat ketinggalan dengan lingkungan sekitar saya, ketika orang sudah gemar menonton saya masih saja suka membaca, ketika orang sudah berani berorasi, saya masih juga menulis dan belum fasih berbicara.
Lalu apa saya hanya diam? Tidak. Saya mencoba untuk mengejar ketinggalan tersebut, dengan tidak meninggalkan kegemaran saya tentunya, ketika orang-orang berjalan saya mencoba untuk berlari, saya tahu jalan yang saya tempuh tidak selalu rata, tentu saya pernah tersandung dan terjatuh, tapi saya janji, untuk tidak berhenti terlalu lama meratapi lecet dan memar akibat jatuh. Saya akan kembali berlari. Saya tahu saya tak akan bisa berlari cepat, jikapun saya bisa, saya akan terengah dan terjembab karena kehabisan stamina. Karena itu saya akan lari marathon, lari dengan pelan tapi terus menerus. Hingga saya bisa mengejar ketinggalan saya bahkan melampaui apa yang telah dicapai orang-orang di sekitar saya.
tahun baru, semangat baru...:)
Apakah hal tersebut yang saya lakukan di awal tahun ini, lari marathon keliling gedung gubernur Riau? ah nggak donk,kamu pasti bercanda #cekikikan. Setelah saya intropeksi diri dan merenung saya merasa tahun 2010 lalu masih banyak hal yang belum saya selesaikan, impian-impian yang tertunda membuat saya tidak begitu berani bermimpi,#buruk sekali kan! Sejenak saya apatis.
Tiba-tiba saya teringat ucapan sahabat masa kecil saya,dia adalah pribadi yang penuh dengan mimpi, inspirasi baru maupun hal-hal konyol,dia pernah bilang:"jangan takut untuk selalu bermimpi kemudian mencoba dan mencoba dan mencoba lagi, jikapun engkau gagal setidaknya engkau pernah mencoba, sebenanrya perjuaganmu untuk merealisasikan mimpi itulah keberhasilanmu. Karena engkau dapat belajar dari kegagalan tersebut bahkan engkau dapat menciptakan formula baru dan kemudian dapat engkau uji cobakan lagi, begitulah seterusnya dan seterusnya,".Bayangkan waktu itu kami masih kelas 6 SD dan dia telah begitu mengerti ttg semangat hidup.#jujur saya salut padanya.
#Jgerrr saya jadi teringat dialektika Hegel yang saya pelajari di fakultas saya, komunikasi. Yaitu mengenai Thesis, anti Thesis kemudian Sintesis,kemudian sintesis itu sendiri bisa menjadi tesis,anti tesis dan menghasilkan sintetis begitulah seterusnya berulang-ulang.
Begitulah,saya merasa bersyukur segera tersadar di awal tahun 2011 ini, untuk selalu optimis dan terus bermimpi kemudian mencoba merealisasikan mimpi tersebut. Saya merasa sudah sangat ketinggalan dengan lingkungan sekitar saya, ketika orang sudah gemar menonton saya masih saja suka membaca, ketika orang sudah berani berorasi, saya masih juga menulis dan belum fasih berbicara.
Lalu apa saya hanya diam? Tidak. Saya mencoba untuk mengejar ketinggalan tersebut, dengan tidak meninggalkan kegemaran saya tentunya, ketika orang-orang berjalan saya mencoba untuk berlari, saya tahu jalan yang saya tempuh tidak selalu rata, tentu saya pernah tersandung dan terjatuh, tapi saya janji, untuk tidak berhenti terlalu lama meratapi lecet dan memar akibat jatuh. Saya akan kembali berlari. Saya tahu saya tak akan bisa berlari cepat, jikapun saya bisa, saya akan terengah dan terjembab karena kehabisan stamina. Karena itu saya akan lari marathon, lari dengan pelan tapi terus menerus. Hingga saya bisa mengejar ketinggalan saya bahkan melampaui apa yang telah dicapai orang-orang di sekitar saya.
tahun baru, semangat baru...:)
Langganan:
Komentar (Atom)