Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 19, 2012

Bosan

Namanya Bosan, aku mengenalnya darimu belum lama ini ketika aku menunggu mu mengajakku pergi malam minggu tapi kata-kata itu tak kunjung datang dari bibirmu lain hari, selasa... aku menjatuhkan martabatku dengan menanyaimu hari ini aku libur, apakah kau punya jadwal mengajakku keluar? kau bilang sedang sibuk aku mengerti aku maklum lain hari, seharian aku menunggu sms atau telfon darimu tak ada. ah aku coba cek lagi inbox ku tak ada. tak ada namamu disana lalu saat itulah aku berkenalan dengan bosan ia menjelma bayang-bayang yang dengan setia menemaniku menggantikan posisimu

Senin, Februari 20, 2012

Bolehkah

Bolehkah aku menyingkir saja dari hidupmu
Jika ada ku tak bisa jadi penenang buatmu
Bolehkah aku lesap saja dari sisimu
jika kau masih juga takut menatap esok bersamaku
Aku tak pernah ingin meminta apa-apa darimu
Bahkan aku membuang segala hal yang pernah ku impikan
tentang sosok "sempurna" yang suatu hari nanti
akan jadi pelabuhan terakhirku
Bolehkah aku pergi saja
berpetualang sesuka hatiku
terbang ke tempat kemanapun ku mau
tanpa harus memikirkanmu
meski harus membunuh asa dan segala rasa
untukmu...

Rabu, Desember 28, 2011

Ini Seperti Suasana Setelah Hujan

Senja ini kau temui aku dengan senyumanmu
Ah seharusnya aku senang melihatmu seperti itu
Hari ini kau mengisi seluruh ruang hatiku
Tapi mungkin tidak untuk besok
Tidak untuk lusa
Hari ini wangimu membayangi langkah perjalananku
Tapi esok wangi itu mungkin sudah tak kucium lagi
Sejukmu hari ini begitu mendekapku
erat seperti suasana setelah hujan
Tapi mungkin tidak esok
karena siapa yang tahu esok mentari membakar garang
Begitupun aku mungkin esok tak disini lagi
dan mungkin menemukan sosok baru yang mengisi ruang-ruang kosong ini
yang pasti kakiku tak henti melangkah
dan jika kau hanya diam
kau akan tertinggal jauh dibelakang
Meski jauh...jauh di relung jiwa ini
aku ingin kau tetap berjalan disampingku
Aku tak pernah ingin kau berharap padaku
pun aku juga tak boleh berharap banyak padamu


*Senja setelah hujan
disini tak ada bau tanah basah
hanya ada aspal bercampur debu. Basah.
@My
Office

Senin, Juli 04, 2011

Aku berbicara Cinta

Tak pernah ada kata basi untuk menulis atau bercerita tentang cinta.
Tak ada kisah yang menjemukan ketika berbicara mengenai cinta.
Menatap warna jingga di langit senja
Kau akan merasakan cinta dan kesetiaan sang mentari
Tanpa pamrih selalu ada untuk berbagi dengan bumi
Melihat sungai-sungai yang mengalir, kau akan menyaksikan cinta
Yang hadir begitu sederhana apa adanya
Setiap detik yang kau lewati penuh dengan cinta
Meski rasamu kebas untuk memaknainya atau kau terlalu naïf untuk mengakuinya
Cinta ada di sekelilingmu. Cinta menghangatkan harimu tanpa kau sadari
Suatu ketika kau harus bertanya kepada dirimu sendiri
Sudahkah kau tulus dengan cinta yang kau miliki, mencintai pekerjaan, mencintai hobby, mencintai alam tempat berpijak ini, mencintai keluarga, mencintai kekasih, mencintai dirimu sendiri.
Cinta, perasaan yang abstrak untuk digambarkan atau dituangkan dalam kata-kata

Dari kantorku menuju dunia luas

Sabtu, April 09, 2011

Sayap Ini Lelah Terbang Tinggi



Untukmu, dimana pun kau berada
Telah banyak ruang dan waktu kujelajahi, namun tak juga kutemukan bias bayangmu. Entah dimana keberadanmu kini. Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk terus mencarimu. Ku cari di kabut dini hari yang sering kita nikmati dulu, tapi kau tak ada. Ku jenguk dalam temaram senja yang dulu sering kita lewati bersama, tapi kau tak tertangkap oleh sudut mataku.
Aku lelah mencarimu, di rerumputan basah sisa hujan semalam, atau di dinginnya malam yang menggigit tulang. Aku mencoba berhenti mencarimu, karena aku tahu semuanya hanya akan sia-sia. Namun sesekali aku masih saja mencoba menengadah ke langit, mencari mu diantara kepak burung-burung petang yang pulang ke sarang. Tapi kau tetap tak kutemukan.
Dimana pun saat ini kau berada, aku ingin sekali bertemu denganmu, cukup hanya bertemu saja. Aku tak ingin meminta lebih, karena aku tahu kini kau telah berbeda, kedewasaan yang merubahku pasti juga merubahmu. Aku tahu kau pergi karena aku tak bisa menerimamu menjadi orang yang istimewa di hatiku. Maaf waktu itu aku masih terlalu muda untuk mengenal cinta. Kini, sayapku lelah untuk terus terbang mencarimu. Aku ingin hinggap di dahan. Andai saja dahanmu masih ada untukku.

Rabu, April 06, 2011

Senja


Dan pucuk senjaku membisu
Kelu, menatap langit yang memerah dadu
Jingga merata di ufuk cakrawala
Menggelegak darah muda ini Tuan!
Entah, sebab aku naïf atau memang tak tahu apa-apa
Tapi senja kali ini menambah kebencianku pada birokrasi
Kebencian yang telah terperam sekian lama di dada muda ini
Amarah yang selalu kembali dingin karena ketidakberdayaan
Oh tidak,
Ini bukan ketidakberdayaan Tuan!
Ini adalah saat aku sadar, ini saat bagiku untuk belajar
Belajar merasakan kejamnya kenyataan
Birokrasi-birokrasi yang tidak adil
Karena hanya diperuntukkan buatku
Ah, senja jingga menguning lalu membiru
Mengantar malamku
Rasau Hijau